Keblinger

Keblinger

Kenanganku

| Rabu, 10 November 2010
Hai,kembali lagi bersama saya Felicia Yulianti.Yah…seperti biasa,saat ini saya ingin menyelipkan pengalaman hidup (cielah) yang menurut saya sangat berharga dan tak terlupakan.Meskipun mungkin pengalaman ini sudah cukup lama dan akan terkesan norak jika masih dibahas,namun bagi saya ini adalah sebuah karunia terbesar yang telah Tuhan berikan sepanjang umur saya.Mau tahu apakah pengalaman itu?

Saya sangat senang sekali karena saya pernah menjadi bagian dari komunitas “ Peserta OSN ke 1X di Medan”.Ya,saya adalah salah satu peserta OSN IPS yang mewakili DKI Jakarta dalam ajang tingkat nasional yang telah diselenggarakan dengan sukses pada tanggal 1-7 Agustus 2010 di Medan,Sumatera Utara.Saya bangga sekali dapata diberikan kesempatan oleh Tuhan,salah satu hal yang tidak pernah saya impikan,yaitu menjadi salah satu peserta dari ajang perlombaan terbesar se Indonesia.

Mungkin kalian ingin tahu,bagaimana perjalanan saya sehingga dapat maju dan alhamdulillah memenangkan medali perunggu di ajang OSN?Ya,seperti mungkin kebanyakan peserta lainnya,saya tidak pernah menyangka sehingga suatu hari saya dan beberapa teman saya dipanggil menuju ruang BK.Ketika kami masuk ruangan,kami telah ditunggu oleh beberapa guru yang kemudian menjelaskan bahwa kami adalah delapan orang yang terpilih untuk mengikuti seleksi tahap kabupaten/kota.Saya menjadi wakil sekolah untuk pelajaran IPS.Setelah diberitahu hal tersebut,saya sempat kaget?Mengapa harus saya?Jujur saya tidak memiliki keahlian khusus dibidang IPS,apalagi sejarah.Saya hanya tertarik pada ekonomi dan geografi.Namun apa mau dikata,semua telah direncanakan.Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba.

Pada hari tes tingkat kabupaten/kota,saya sedikit gugup.Bagaimana bentuk soalnya?Saya tahu bahwa biasanya soal-soal olimpiade itu lebih sulit daripada soal-soal yang dibuat oleh sekolah.Apalagi saya kurang persiapan belajar.Saya hanya mengandalkan catatan kelas 7 yang telah diberikan dan ditambah dengan materi kelas 8 yang saat itu telah diajarkan.Saya akhirnya berdoa pada Tuhan sambil berusaha mengerjakan soal itu dengan baik.

Jujur,setelah mengerjakan soal,saya sedikit pesimis.Maklum,saya kurang persiapan.Ditambah lagi lawan saya kebanyakan dari SMP swasta yang terkenal dengan input anak didiknya yang unggulan.Apalagi karena ada salah satu teman saya yang pintar matematika dan ia dijagokan oleh teman-teman dan guru-guru untuk lolos ke babak selanjutnya.Saya hanya bisa bertawakal dan berusaha bersikap qannah dengan segala yang akan terjadi nanti.

Tanpa disangka-sangka saya lolos sampai tahap DKI.Sebetulnya di tahap DKI pun saya masih diseleksi.Waktu itu dari 135 besar ke 35,kemudian 16 dan akhirnya tinggal 7 orang tersisa dari IPS YANG BERHAK untuk maju ke tingkat nasional...dan itu termasuk aku...hehe

Senang sekali rasanya lolos ke Medan,selain karena ambisi saya,saya juga mendapatkan banyak kenalan baru.Mulai dari kakak SMA sampai guru pembimbing.Apalagi saya juga mendapat pengalaman-pengalaman seru selama karantina....

Selama di karantina,tepatnya di hotel Aston,Jakarta saya bertemu dan berteman dengan sesama peserta OSN IPS yang sudah saya anggap sebagai sahabat-sahabat saya.Saya sebutkan ya keenam teman saya itu.
a.Annisa Erviena Haniev dari SMP Labschool Rawamangun Jaktim
b.Ichsan Afriansyah dari SMPN 99 Jaktim
c.Vini Aliya Yusria dari SMPN 109 Jaktim
d.Alfridaningrum dari SMPN 100 Jakbar
e.Nadzir Rangga Luqmantoro dari SMPN 41 Jaksel
f.Reynaldi Putra Hertiasa dari SMPN 216 Jakpus

Banyak sekali kenangan yang telah kulalui selama masa-masaku di OSN.Seperti misalnya aku pernah panik saat alarm di hotel itu berbunyi, kukira saat itu sedang terjadi kebakaran.Namun ternyata hanya sebuah alarm peringatan palsu.Di Hotel Aston Marina, aku sempat mencicipi cheesse cake bersama teamn-teman IPS. Sempat juga olahraga pagi yang ternyata hanya diikuti oelh anak IPS dan kakak-kakak dari Kebumian! Saat di Medan, aku sekamar dengan dua orang yang sangat baik, yaitu Fauzul Meiliani dari Jatim dan Fatimah Larrasaty dari Kalbar. Saat di Medan, aku dian teman-teman disambut dengan meriah. Saat acara pembukaan, aku dan Vini malah jalan-jalan di sekitar Lapangan Merdeka. Membeli souvenir untuk teman-teman di Jakarta, nongkrong di kafe serta makan sate padang saat acara penutupan. Pokoknya kegiatanku di sana sangatlah padat dan menyenangkan!

Meskipun begitu, tak hanya kenangan indah yang telah terukir. Ada juga kenangan tidak menyenangkan yang kudapat. Salah satunya aku sempat ada konflik dengan Ichsan juga dengan Annisa.Hehe.....

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2010 Dreamer's Diary Blogger Template by Dzignine