Mataku seakan silau
Bersama ketinggian hati yang semakin menjulang
Bermain dengan kemewahan dunia
Bersatu untuk menghancurkan asa
Asa untuk bergerak,
Bersama sang angina
Di saatku sedang terpuruk
Tak ada yang menemani
Ku hanya sendiri di sini,menangis
Bersama kesedihan yang mendalam
Tanpa sang kekasih,pelipur lara
Sementara angin topan terus bergerumul
Bertiup kencang di atas mahkota kebesaranku
Berusaha melengserkan segala kejayaan yang telah kugapai
Kini hidupku hampa,tak berarti
Tak ada tambatan hati yang dapat kuhampiri
Kudatangi untuk mencurahkan segala isi hati
Agar cepat lenyap,bersama air mata yang mengalir di pipi
Agar ada seseorang yang dapat membuatku tersenyum kembali
Senyum ikhlas,bukan kemunafikan
Tuhan,satu permohonanku
Kembalikan dia padaku
Agar aku tak semakin terjatuh,terpuruk
Dalam kesalahanku


0 komentar:
Posting Komentar